![]()
Jakarta – MCN.com – Seniman dan penyair terkemuka Indonesia, Asrizal Nur kembali beraksi dengan karya puisi multimedia keduanya dengan menggabungkan puisi moderen dengan puisi lama Gurindam bertajuk “Konser Puisi Multimedia Gurindam Kataraga.”
Konser digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu (17/12) malam ini menjadi salah satu acara puncak pada rangkaian agenda Festival Gurindam 2022 yang digelar di Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) pada Jumat-Ahad, 16-18 Desember 2022
“Puisi dan gurindam menyampakain makna dan hakekat raga diuntai kata menggugah jiwa dan mencerahkan,” kata Asrizal Nur
Menurutnya, konser ini sebaiknya ditonton, karena tidak hanya sekedar menjadi tontonan juga jadi tuntunan.
Setelah sukses dengan menampilkan karya pertunjukan inovatif bernama Konser Puisi Multimedia Asrizal Nur di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta tahun 2009, dan mengenalkannya ke beberapa kota di Indonesia antara
lain : Tanjungpinang, Pekanbaru, Palembang, Jambi, Pontianak, Banjarmasin, Yogyakarta dan Bali serta beberapa negara antara lain : Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Korea Selatan.
KIini Aksi Asrizal Nur kembali beraksi dengan karya puisi multimedia keduanya dengan menggabungkan puisi moderen dengan puisi lama Gurindam dengan nama : Konser Puisi Multimedia Gurindam Kataraga. Puisi dan Gurindam menyampakain makna dan hakekat raga diuntai kata menggugah jiwa dan mencerahkan.
Untuk penampilan gurindam Asrizal Nur duet dengan maestro syair dari Siak Sri Indrapura, Winda Harniati.
Sebagai pelopor Puisi Multimedia dalam Konser Puisi Multimedia Gurindam Kataraga tidak tanggung-tanggung,puisi di garap dengan teknik Video Mapping, pertama di dunia pertunjukan puisi dengan Video Mapping,
Video digarap oleh Yudhi Elwahyu, didukung oleh Panata Musik kelas Internasional yang telah tampil di beberap negara di Asia, Eropa dan Amerika dia adalah Epi Martison dulu bersama Boy Gumarang Sakti,
Sedangkan musik digital digarap oleh Andhika Montong. Gerak ditata oleh Eeng Koti, Parulian menata Cahaya, Penata artistik Ullyl CH, Penata Suara oleh Andas,
sedangkan penata pertunjukan dipercayakan Willy Fwi.
Tak kalah menariknya juga melibatkan artis muda Glow Rosa menyanyikan lagu Gurindam Raga dan duet bersama ,Asrizal Nur menyanyikan Ampuni Aku ciptaan Asrizal Nur , dosen dan akademi music Dr.Tuti Tarwiyah Adi, M.si menciptakan lagu dari lirik gurindam karya Asrizal Nur berjudul Kesaksian Raga dan turut tampil menyanyikannya
Untuk pengobat rindu para penggemar Film dan Sinetron tahun 90-an tampil pula Paramitha Rusady, beliau tampil
sebagai narator, semula ingin tampil langsung, namun mendadak shoting film di Turki beliau batal tampil, untuk ia
meminta maaf kepada panitia dan penonton yang akan hadir nanti.
Sebagai Pelopor Puisi Multimedia dunia untuk konser ini Asrizal Nur mengajak Epi Martison seniman Musik kelas dunia, penata video Yudhi Elwahyu dengan garapan Video mapping, Eeng Koti penata gerak dan 50 orang pendukung lainnnya.
Asrizal Nur sering di undang diberbagai negara pada kegiatan budaya, membuat ketokohan Asrizal Nur kian dibicarakan. Sehingga banyak respon positif mendukung kiprahnya sebagai budayawan
Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) merupakan sebuah organisasi pendidikan, pelatihan dan penyelenggaraan kegiataan sastra dan budaya di bawah asuhan seniman dan penyair terkemuka Indonesia bernama Asrizal Nur.
Untuk membangun kepedulian masyarakat akan sastra dan budaya, Perruas hingga sekarang mengawali pelatihannya pada tenaga pendidik di Indonesia dan Asean.
#MCN/RZ/RED



More Stories
Danlanal Bintan Hadiri Pembukaan MTQH XIX Tingkat Kota Tanjungpinang
Polri Ukir Prestasi Dunia: Tim Taekwondo Garbha Presisi Juara Umum Di Jepang
1 Mei Jadi Momentum Refleksi Sejarah dan Persatuan Papua Dalam NKRI