Juni 30, 2026

TEKNOLOGI DAN KEMITRAAN JADI KUNCI PEMBANGUNAN GEOTHERMAL INDONESIA

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com- Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam geotermal (panas bumi) terbesar kedua dunia setelah Amerika. Hanya dengan penggunaan teknologi, energi panas bumi itu bisa dieksploitasi dan memiliki nilai keekonomian bagi negara.

Hal ini menjadi tema pembahasan dalam The 8th Indonesia Internasional Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) di Jakarta, 14-16 September 2022.

Indonesia berpotensi menjadi pengembang panas bumi terbesar dunia, bahkan menjadi rumah energi panas bumi global. Negeri yang berada di Cincin Api Pasifik (ring of fire) ini memiliki sekitar 200 gunung berapi, yang menjadi salah satu sumber energi panas bumi.

Selama ini, panas bumi digunakan sebagai salah satu energi alternatif bagi pembangkit listrik. Industri hilir panas bumi Indonesia saat ini menjadi sebuah keniscayaan untuk menjadi green hydrogen.

Fakta perubahan iklim semakin memicu upaya transisi energi, dari energi fosil menuju energi baru terbarukan yang berkelanjutan. Pemanfaatan panas bumi menjadi pilihan strategis yang sedang diwujudkan pemerintah Indonesia.

“Kita harus bermitra dalam mengembangkan panas bumi. Membangun kerja sama strategis, mendesain ulang keekonomian panas bumi kita,” ucap Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) Ahmad Yuliarto pada IIGCE, di JCC, Senayan, Jakarta.

Sumber panas bumi Indonesia menduduki rangking kedua terbesar dunia, yaitu mencapai 23.965 MW (40%) di bawah Amerika, 30.000 MW. Kekayaan energi panas bumi ini membutuhkan teknologi untuk mengeksploitasinya.

Ditemui pada pameran itu, Maharani dari National Energi Services Reunited Corp (NESR) Indonesia, salah satu provider ladang minyak nasional terbesar, mengaku baru pertama kali perusahaannya ikut dalam pameran IIGCE ini. Maharani mengatakan Indonesia memiliki potensi potensi panas bumi yang sangat besar walau belum dikelola dengan maksimal.

Maharani juga menjelaskan PT Tiger masuk Indonesia pada 2011 dan bergerak di sumur geotermal. Kebanyakan klien mereka datang dari Pertamina. Di Indonesia, Besar ada di Jambi, Cikarang, Bojonegoro, dan Muara Badak di Kalimantan. * (Rika)

#MCN/RZ-HN/RED