![]()
JAKARTA, MCN.com – Ghalatry Sonny MS petinju Indonesia berhasil meraih Sabuk Asian Boxing Federation (ABF) dan Sabuk Emas Kasad, setelah dinyatakan menang angka mutlak atas petinju asal Thailand Chanon Sankam pada Kejuaraan Tinju Internasional ABF Kelas Bulu Junior 55,3 Kg yang digelar di Gedung Balai Sarbini Jakarta Selatan. (Jumat, 16/9/2022).
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman menyematkan secara langsung Sabuk Emas Kasad kepada Sertu Ghalatry Sonny MS yang berasal dari Kodam III/Siliwangi. Dengan kemenangan ini catatan rekor Ghalatry menjadi 6 kali menang dan 7 kali kalah (6-7-0, 3 KO) semenjak terjun ke dunia tinju profesional di tahun 2015.
Dalam sambutannya, Jenderal Dudung mengatakan bahwa gelar kejuaraan tinju internasional yang diikuti oleh petinju-petinju dari tiga negara di kawasan Asia Tenggara ini, merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan dunia tinju Indonesia agar bisa bergairah dan bersemangat kembali.
“Juga menjadi arena untuk melahirkan petinju-petinju tangguh, andal dan bermental juara, yang kedepannya dapat tampil di level yang lebih tinggi dan bergengsi yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” katanya.
Selain partai Tinju Internasional ABF Kelas Bulu Junior 55,3 Kg, kejuaraan tinju internasional yang dipromotori oleh H. Welly Koto, S.H., ini, juga menampilkan partai tinju memperebutkan Sabuk World Boxing Council (WBC) Asia Continental dan lima partai tinju perebutan tingkat nasional serta partai-partai tinju non title versi Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Pusat.
“Saya senang petinju Indonesia yang menang, sehingga petinju Angkatan Darat ada yang menyandang gelar juara internasional,” ungkap Welly Koto sang promotor (Dispenad).
#MCN/RZ/RED



More Stories
Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Caba dan Cata PK TNI AL Gelombang II TA 2026 Sub Panda Bengkulu
Primkopal Lanal Dabo Singkep Gelar Rapat Anggota Pertanggungjawaban Tahun Buku 2025
Tingkatkan Pemahaman dan Kewaspadaan Aparat, Lanal Bintan Gelar Sosialisasi Pengamanan Personel, Materiil, dan Dokinfopen 2026