![]()
Jakarta – MCN.com -Gelaran Kompas Travel Fair 2022 ikut membangkitkan pariwitasata Indonesiaerlihat. Relevansi yang sangat pas dengan masyarakat Indonesia yang suka traveling.
“KTF 2022 bukan semacam launching produk baru, tapi kita mau mengajak lagi masyarakat yang sudah berinteraksi dengan Kompas untuk sama-sama giatkan lagi kegiatan-kegiatan komunitas,” kata Terry, marketing Harian Kompas.
Fidelis Novan Terryan (Terry) mengatakan, sebelumnya, sejak Kompas berdiri sudah banyak komunitas yang bergerak , baik dengan kegiatan-kegiatan mereka, baik secara internal Harian Kompas sendiri, maupun komunitas di luar. Misalnya, terdapat komunitas fotografi, komunitas cerpen, komunitas puisi, dan sebagainya.
Latar belakangnya, dua tahun terakhir ini karena kondisi pandemi, orang susah ketemu bersama. Sekarang kondisinya mulai membaik.
Rasanya tak ada salah KTF 2022 mengajak lagi komunitas dan masyarakat, berdiskusi. Mereka mulai dengan kumpul data interes fotografi, parenting, lalu terbentuk grupnya. Sarana sederhana seperti WAG sangat efektif.
Akhirnya tercetus ide-ide yang menarik. Sebagai lembaga media, Harian Kompas tak hanya memproduk berita untuk dibaca, tetapi para pembaca itu juga punya sisi kehidupan lain yang sungguh menarik, seperti hobi, olahraga. Kolaborasi pun terjadi.
Animo masyarakat pada wisata sangat besar. Ternyata, selama pandemi, ada “blessing in disguise” (rahmat tersembunyi) juga. Saat kita susah travelling ke luar negeri, wisata lokal justru bisa tumbuh.
Maka salah satu tema pameran KTF 2022 kali ini tentang desa wisata di Indonesia. Desa wisata merupakan salah satu tujuan wisata yang kita unggulkan tahun ini.
KTF 2022 bekerja sama dengan Kementerian Desa, dengan harapan, KTF 2022 berdampak terhadap industri pariwisata lokal, walaupun mereka juga punya tenant-tenant dari tur ke luar negeri. Kami juga punya keinginan untuk bisa supor wisata lokal yang ada.
“Sekarang kita punya relasi cukup baik dengan travel-travel ini. Mungkin kelihatan mereka melakukan kegiatan wisata ke luar negeri. Sebenarnya kita juga nanti bisa membuat program dengan travel-travel itu, dengan menawarkan destinasi Indonesia yang ada, misalnya desa wisata, kepada pasar di luar di Eropa, Amerika, atau regional untuk bisa datang ke Indonesia,” tambah Terry.
Pariwisata Bali sudah menjadi salah satu andalan kita. Tetapi masih ada desa-desa lain yang tidak kalah menariknya itu juga bisa terangkat. “Sebagai lembaga media, kita juga beritakan desa wisata. Kita rencana akan mengadakan beberapa event khusus yang mendorong percepatan turisme khususnya desa wisata. Seperti itu ke depan,” ujar Terry.* (Rika)
#MCN/RZ-HN/RED



More Stories
Meriahkan International Jazz Day, Pasar Seni Ancol Hadirkan Konser Andien Hingga Pameran Seni
Semangat Kartini: Ancol Apresiasi Peran Perempuan Di Industri Wisata Modern
Promo Tiket Seru Ancol: Masuk Cuma Rp 120 Ribu Sekendaraan, Berapa Pun Penumpangnya!