![]()
Bekasi – Mediacitranusantara.com – Menjelang Bulan Suci Ramadhan Ratusan jamaah menghadiri kegiatan doa bersama, Acara “Doa Haul atau Ruahan Almarhum dan Almarhumah Keluarga Besar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM)” digelar di Aula UK Nirvana, Binalindung, Kota Bekasi, Kamis (12/2/2026).
Acara diisi dengan pembacaan Surat Yasin, tahlil oleh Ustadz Qosim, zikir, serta doa bersama khusus untuk arwah.
Doa Haul atau Ruahan merupakan tradisi Islam di Indonesia untuk memperingati hari wafat seseorang (biasanya setahun sekali) dengan tujuan mendoakan agar almarhum/almarhumah diampuni dosanya, diterima amal ibadahnya, serta mengenang kebaikan mereka. Pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan waktu luang keluarga atau mendekati bulan Syaban sebelum Ramadhan, sekaligus untuk mengirimkan doa kepada leluhur atau keluarga yang telah meninggal. Selain sebagai ritual keagamaan, kegiatan ini juga berfungsi mempererat silaturahmi antar kerabat dan tetangga, serta sebagai bentuk bakti dengan melanjutkan kebaikan mereka yang telah tiada.
Dalam sambutannya, Sekjen DPP FPMM Husein Hasan Al-bar menyampaikan harapan agar acara tersebut memperkuat tiga dimensi Ukhuwah keluarga besar FPMM, yaitu Ukhuwah Islamiah (sesama Muslim), Ukhuwah Wathaniyah (sesama anak bangsa), dan Ukhuwah Basyariyah/Insaniyah (sesama manusia).
Ia juga mengutip hadits Rasulullah yang menyebutkan tiga golongan orang yang sholatnya tidak diterima Allah SWT, antara lain: seorang pemuda yang menjadi imam namun tidak disukai kaumnya; seorang istri yang tidur saat suami marah padanya; serta dua orang saudara yang tidak bertegur sapa.
Husein menambahkan, pada bulan Ramadhan terdapat tiga hal yang diperingatkan melalui doa Malaikat Jibril yang diaminkan Nabi Muhammad, yaitu celakanya bagi orang yang melewati Ramadhan tanpa terampuni dosanya; orang yang masih mempunyai orang tua atau salah satunya namun tidak dapat membawa dia masuk Surga; serta orang yang tidak bershalawat ketika mendengar nama Rasulullah disebutkan.
“Mari kita pererat hubungan sesama saudara. Jangan bermusuhan. Sesama Muslim tak boleh bermusuhan. Dalam satu organisasi ini kita jangan saling bermusuhan supaya kita menyambut bulan Ramadhan dengan hati terbuka,” pungkasnya. **(Rika)



More Stories
Ketua Umum FPMM Umar Kei Ohoitenan Kembali Berangkatkan Jamaah Umroh, Ustad Hasan Yeubun: Tamu Allah SWT Butuh Kesabaran
Naposo Bulung Raja Sitanggang Se-Jabodetabek Gelar Perayaan Natal 2025, Dorong Generasi Muda Jaga Budaya Dan Iman
Pelantikan Pengurus WKRI Cabang Katedral Jakarta Periode 2025-2028, Fokus Pada Pendidikan dan Kesehatan Keluarga