Mei 26, 2026

Shalat Ied Idul Adha di Masjid Ar-Romlah Bina lindung, Wakil Ketua DPP FPMM: Wujudkan Terus Semangat Pengorbanan Diri Untuk Sesama

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com –  Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) M. Syahril S, S.H, M.H, menegaskan makna penting shalat Idul Adha sebagai titik tolak membangun persaudaraan, kesatuan, dan persatuan, dengan semangat rela berkorban.

Apalagi, ketika saat ini, kehidupan masyarakat tengah mengalami kesulitan, di mana-mana, maka peristiwa Idul Adha mengingatkan seluruh kaum Muslim untuk memperlihatkan semangat berkurban bagi sesama.

Hal itu diungkapkan M. Syahril, usai mengikuti shalat Id Idul Adha di Masjid Ar-Romlah, Bina Lindung, Bekasi, Jumat (6/6/2025). Shalat Id dipimpin Ustad H. Husin Fakaubun, sedangkan kotbah dibawakan Ustad H. Qosim Matdoan.

Ustad H. Qosim Matdoan, pada kesempatan ini mengajak jamaah untuk memahami makna penting dari Idul Adha. Matdoan juga mengajak kaum Muslim Indonesia membangun sikap-sikap berkorban diri demi membangun kemaslahatan bersama.

Wakil Ketua DPP FPMM itu melihat Idul Adha tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu, karena pada tahun 2025 ini Idul Adha jatuh pada hari Jumat, sehingga disebut juga Haji Akhbar.

Karena itu, kata M. Syahril, penyembelihan hewan kurban baru dilaksanakan besok harinya. Menurut hukum Islam, penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan dalam waktu empat hari. Di luar jangka waktu itu, tak ada lagi pemotongan hewan kurban.

Syahril juga melihat ada sekitar 1.000 lebih jamaah yang ikut shalat Idul Adha di Masjid Ar-Romlah. Sementara panitia telah menyiapkan sekitar 700 sampai 1.000 kupon yang akan dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya, terutama kaum miskin, anak yatim, dan orang tak mampu.

Pembagian hewan korban dalam perayaan Idul Adha tak bisa dilepaskan dari peristiwa Nabi Ibrahim yang hendak mengorbankan putranya, Ismail, tanpa ragu kepada Allah. Atas ketulusan hatinya itu, Allah menggantikan Ismail dengan seekor hewan kurban.

Allah melihat ketaatan, keikhlasan, dan ketakwaan dari Nabi Ibrahim.

Menurut M. Syahril, keteladanan Nabi Ibrahim itu diteruskan dalam Islam, terutama dalam Idul Adha. Kaum Muslim percaya, dengan semangat berkurban maka mereka akan mendapat rahmat yang berlimpah dari Allah.

Ibadah kurban lalu menjadi simbol pengorbanan spiritual dan sosial serta mengandung makna cinta kasih.

M. Syahril juga bercerita bila dalam organisasi FPMM yang didirikan di atas landasan iman Islam, sudah tentu, ikut mengembangkan nilai-nilai pengorbanan diri para anggotanya kepada Allah dan sesama yang dijumpai setiap hari dalam hidup mereka di tengah masyarakat.

Dia mengatakan, FPMM yang didirikan oleh Ketua Umum H. Umar Key Ohoitenan, hadir di tengah masyarakat dengan menyebarkan nilai-nilai Islam agar menjadi rahmat bagi semua orang.

“FPMM punya nilai-nilai, yaitu nilai-nilai Islam, yang harus diwujudkan dalam perilaku anggota. Ada pengalaman jatuh-bangun, tetapi kita berjuang terus agar Islam menjadi rahmat bagi banyak orang,” tutur Syahril. * (Rika)