Juni 30, 2026

Buka Puasa Bersama DPP FPMM Dengan Pemerintah Maluku, Maluku Utara Dan Paguyuban Jabodetabek, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Apresiasi Kebersamaan Ini

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Kegiatan Buka Puasa Bersama Dewan Pimpinan Pusat Front Pemuda Muslim Maluku (DPP FPMM) bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, Ormas, OKP Paguyuban Seluruh Jabodetabek serta Santunan Anak Yatim, diadakan di Perumahan Nirvana Regency, Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (25/3/2025).

Acara tersebut bertema “Ramadhan Menciptakan Ruang Kedekatan dan Toleransi” itu, tausiah dibawakan oleh Guru Besar Dr Muhammad Rizieq Bin Husein Shihab, Lc, M.A. Turut hadir para habaib, Wakil Walikota Bekasi, Kapolres Jakarta Timur, Bupati Maluku Tenggara, dan sejumlah tokoh Maluku dan Maluku Utara, serta anak yatim. Sebelum dan sesudah acara buka puasa diisi dengan musik gambus Corona.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, mengatakan, “Saya yakin momentum keagamaan seperti ini memiliki makna penting dan strategis untuk memperkenalkan ikatan silaturahmi atau tali kasih sayang di antara kita. Karena itu, momentum buka puasa bersama yang kita lakukan ini patut disyukuri, sebab bukan sekadar perjumpaan antara pemerintah daerah Maluku dan Maluku Utara serta ormas-OKP paguyuban se-Jabodetabek, tetapi sebetulnya perjumpaan antara sesama “orang basudara” yang tetap menginginkan kebaikan bagi masyarakat dan daerah Maluku,” tulisnya.

Sementara, Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun mengatakan kita harus bersyukur karena Front Pemuda Muslim Maluku, yang berdiri 15 tahun lalu, terbukti sudah melakukan banyak kegiatan kemanusiaan kepada masyarakat. FPMM selalu terlibat memperingati hari-hari besar Islam dan melakukan aksi peduli anak yatim.

“Pertama kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa, bahwa kita sedang merasakan suatu persaudaraan yang luar biasa. Patut kita memberikan dukungan kepada ananda Umar Ohoitenan sebagai Ketua Umum FPMM,” tutur Hanubun, Bupati Maluku Tenggara yang baru saja terpilih untuk periode keduanya.

Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku, H. Umar Ohoitenan, S.H menghimbau seluruh masyarakat Maluku dan Maluku Utara, Ormas, OKP dan paguyuban untuk bersama-sama membangun Jakarta dan Bekasi lebih baik ke depan. “Khususnya terhadap warga Maluku, saya minta jangan lagi ada demo-demo mencari kesalahan pejabat, tapi mari kita kedepankan kemampuan kita untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat agar membangun daerah kita yang lebih baik,” tuturnya.

Umar Ohoitenan mengatakan, dirinya mendirikan FPMM sebagai wadah tempat kita berkumpul, khususnya masyarakat Maluku dan Maluku Utara untuk mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan kepedulian sosial, Contohnya hari ini, FPMM melakukan kegiatan buka puasa bersama, yang sudah menjadi kegiatan rutin. Sudah 15 tahun, setiap bulan Ramadhan, tiga kali FPMM lakukan buka puasa bersama. Sekali dengan masyarakat se-Jabodetabek, juga untuk yatim piatu dan hari ini DPP FPMM buka puasa bersama dengan masyarakat Maluku dan Maluku Utara sejabodetabek.

Ditanya awak media soal tanggapan Umar terkait acara buka puasa bersama ini, “Kami sadar bahwa di Jakarta, kami adalah tamu. Kami sadar bahwa kami tinggal di atas tanah Betawi. Maka kami selama tahun ini berkomunikasi dengan semua elemen masyarakat, baik ormas maupun OKP dan pemerintah daerah setempat. Sekarang kami berkedudukan di perbatasan antara Jakarta Timur dan Bekasi, maka pada kegiatan hari ini hadir ormas, OKP, dan pemerintah Bekasi dan ormas, OKP, dan pemerintah Jakarta Timur, Hadir juga anak yatim piatu,” jelas Umar.

“Visi dan misi FPMM tidak lain adalah sebagai wadah tempat kami berkumpul. Karena kami merantau dari Ambon ke Jakarta, maka pertama, kita mencari lapangan kerja dan yang ingin melanjutkan pendidikan, kami berharap pemerintah memberikan beasiswa,” tutur Umar Ohoitenan.

Sementara itu, Sekjen DPP FPMM Elbarack Husein mengatakan, program terpenting FPMM adalah bisa menjadi wadah berkumpul anak Maluku dan Maluku Utara di Jawa, tetapi juga meluas ke Sumatera, Kalimantan. Di Jawa, FPMM sudah ada di Jabodetabek dan Jawa Timur, sementara di Sumatera, FPMM sudah hadir di Sumatera Utara dan Aceh. Tentu ini sebuah kemajuan tersendiri bagi FPMM. Bukan saja sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah pemersatu, supaya anak-anak Maluku yang ada di Jakarta memiliki kesadaran akan daerah kelahirannya.

“Selama ini kita melihat, terkadang, pemerintah Maluku dan Maluku Utara berjalan sendiri-sendiri. Maka kami mau agar putra-putri Maluku dan Maluku Utara itu memiliki wadah yang sama agar tetap bersilaturahmi. Karena, yang kami lakukan adalah mendukung pemerintah Maluku dan Maluku Utara,” jelas Sekjen DPP FPMM Elbarack Husein.

Terkait silaturahmi dengan anak yatim, sesungguhnya Umar Ohoitenan mengadakan pertemuan itu setiap tiga bulan sekali dengan mereka. “Tahun ini kami buat santunan untuk 150 anak yatim, sementara tahun lalu (2024), santunan diberikan kepada 1.000 anak. Santunan anak yatim ini sudah masuk dalam agenda FPMM,” kata Sekjen.

Terhadap semua ormas dan OKP, FPMM selalu mengajak membangun komunikasi dan sinergitas sehingga apa yang menjadi program pemerintah bisa ditindaklanjuti ormas dan OKP. Semua ormas dan OKP bisa menjadi mitra dan teman FPMM. Kita bisa berdiskusi atau melakukan sesuatu yang positif.

Sekretaris Panitia Kegiatan Buka Puasa Bersama, yang juga sebagai Ketua DPW FPMM DKI Jakarta, Murad Malawat, mengatakan, kegiatan kali ini cukup besar dan terjalin kolaborasi yang baik sehingga bisa mengundang OKP dan ormas se-Jabodetabek. Sejumlah tokoh Maluku dan Maluku Utara yang ada di Jabodetabek ikut diundang dan hadir.

Ia mengatakan, Umar Ohoitenan sendiri diangkat sebagai bapak yayasan yatim. Bukan saja pada bulan Ramadhan Umar membagikan santunan kepada anak yatim, tetapi juga di luar bulan puasa. Umar melakukan kunjungan ke yayasan anak yatim lainnya. Ini suatu rutinitas Ketua Umum FPMM Umar Ohoitenan.

Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun yang merupakan keluarga dari Umar Ohoitenan, mengatakan, selama ini Umar Ohoitenan memberikan kebaikan-kebaikan kepada masyarakat. “Memang dari lahir dia sudah ditakdirkan begitu. Ada suatu kehidupan di masa remajanya yang menjadi pelajaran amat berharga pada hidupnya di kemudian hari. Dia tahu hidup itu sebuah perjuangan. Jadi, itu suatu bawaan lahir. Ia kumpulkan anak-anak remaja itu dalam suatu wadah, yang kebetulan wadah anak-anak Kei, dan sekarang wadah itu berkembang besar sekali,” ujar Hanubun.

Pemberian santunan kepada anak yatim diterima dengan senang hati. Mereka sungguh merasa diperhatikan dan dicintai oleh FPMM.   ** (Rika)