![]()
Jakarta – MCN.com – Acara syukuran dan silaturahmi bersama Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara, periode 2024-2029 digelar di Park Hotel, Cawang, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Yang mengundang adalah Bupati Haji M.T. Hanubun, Wakil Bupati Maluku Tenggara Carlos Viali Rahantoknam dan Umar Ohoitenan.
Sejumlah tokoh Maluku Tenggara turut hadir dalam acara syukuran yang lebih bercorak kekerabatan kultural sebagai anak-anak asal Kei. Sebagian diantara undangan itu datang langsung dari Maluku Tenggara dan sebagian besar merupakan warga Kei yang ada di Jabodetabek.
Hanya ada satu maksud, yaitu bersyukur bersama kepala daerah yang baru demi bersama-sama membangun Maluku Tenggara yang lebih baik lagi.
Syukuran dan silaturahmi ini sekaligus mendekatkan hati pimpinan dengan hati warga Kei sekaligus membangun kebersamaan dalam semangat filosofi “Ain Ni Ain” (kita saling memiliki).
Dalam sambutan perdananya sebagai Bupati Maluku Tenggara periode 2024-2029, Haji M. Thaher Hanubun, pertama-tama menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Maluku Tenggara yang telah memilihnya kembali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Carlon Viali Rahantoknam.
“Dalam perjalanan manusia dan dalam perjalanan politik, kita pasti ada banyak kesalahan, maka kami berdua, pertama-tama hendak meminta mohon maaf dari siapa saja, terutama dari masyarakat Maluku Tenggara yang akan kami layani. Untuk melangkah pada lima tahun ke depan, kita coba memperbaiki apa yang dulu masih dirasa kurang karena adanya keterbatasan.
Bupati Hanubun mengatakan, dari sisi pemerintahan, Maluku Tenggara selama lima tahun lalu sudah bagus. Dia melihat beberapa waktu setelah masa jabatannya selesai, kondisi Maluku Tengara agak menurun. Penjabat demi penjabat Bupati Maluku Tenggara tak bisa mempertahankan kondisi yang sudah baik itu.
“Hari ini saya kirim surat kepada DPRD untuk bersama-sama kita membuat pembangunan yang bagus untuk Malra. Saat ini Malra agak menurun,” ucap Bupati Hanubun.
Untuk itu, Hanubun berharap kita tidak usah lagi memainkan isu-isu negatif untuk memperkeruh situasi kehidupan masyarakat Maluku Tenggara.
“Kalau ada masalah, mari kita bicara bersama dan cari solusinya. Memang, terkadang di Kei, orang bilang ada orang-orang yang memiliki “sumbu pendek” sehingga mudah diprovokasi. Saya minta agar kita tidak lagi suka menghasut orang lain dengan isu-isu negatif. Mereka yang lebih senior jangan menghasut anak muda yang junior. Tapi lebih baik berkonsultasi dan berdiskusi. Thaher Hanubun mengatakan, dalam budaya orang Kei ada pepatah bahwa ketenangan dan kedamaian itu mulai dari dalam diri sampai ke desa-desa.Harta kekayaan tidak harus membuat kita jadi berbeda. Harta kekayaan itu sesuatu yang bisa datang dan bisa pergi. Tetapi kasih sayang itu akan abadi.
“Saya minta maaf dan saya mau mengatakan bahwa saya sangat mencintai Kei. Bila saya salah, saya mohon maaf. Mari kita benahi dan bangun Kei.
Bupati Hanubun juga mengungkapkan rasa gembiranya karena bisa berkumpul dengan warga Kei di sini, sebelum ia berangkat mengikuti kegiatan retret di Magelang bersama kepala daerah lainnya.hari ini, karena setelah ini saya harus berangkat ikut kegiatan retret di Magelang.
Thaher Hanubun mengatakan, dirinya memilih Viali Rahantoknam sebagai Wakil Bupati, karena sudah yakin pasti menang. “Saya dan Viali adalah kolaborasi dari yang tua dan yang muda. Yang tua akan berpikir tentang membangun sosial kemasyarakatan, sedang yang muda akan berpikir tentang pembangunan ekonomi. Bupati berharap duet dirinya dengan Viali akan melahirkan perubahan dan kemajuan di Maluku Tenggara.
Sementara Wakil Bupati Viali Rahantoknam mengungkapkan rasa terima kasihnya.”Terima kasih kepada kita semua, kepada masyarakat Maluku Tenggara, opa dan oma, om dan tante, adik dan kakak, saudara dan saudari. Saya dan Pak Haji tak bisa jalan sendiri untuk membangun Maluku Tenggara. Kita membutuhkan semua orang. Terima kasih semuanya, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung. Terlepas dari perbedaan kita dulu, sekarang mari kita bangun kehidupan kita di Maluku Tenggara.
Usai sambutan Viali, sayup-sayup terdengar alunan lagu “Fadad Vil Vil” ciptaan A.R Madubun, yang kemudian dinyanyikan oleh seluruh hadirin dalam ruangan hotel itu.
“Nit nan uk mav nan ahang/lidar ka nan fadad/ain ni ain//Vehe leat intub sasa taha fadad it fo bokbok//Mam e neon fangnanan bokbok nan fatul did tuntunan/mame neon did bok sian liik did fangnanan/tablo malhen nan ser did sisian/ mame teten renad yamad rir sisiano”. ** (Rika)



More Stories
Tokoh Masyarakat Papua Dukung Satgas Damai Cartenz Jaga Kamtibmas
Wujudkan Bekasi Keren, Mustika Jaya Hadirkan Layanan “Jemput Bola” dan PSM Siaga 24 Jam
Wondr Kemala Run 2026 Sukses Digelar, Dongkrak Ekonomi Bali, Libatkan UMKM dan Salurkan Donasi Kemanusiaan