April 30, 2026

Tri Adhianto dan Harris Bobihoe Siap Pimpin Kota Bekasi: Kita Rangkul Semua Kelompok

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Dengan landasan hukum Putusan MK Nomor 222/PHPU.Wako-XXIII/2025 tanggal 5 Februari 2025, Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi, Jawa Barat, telah resmi menetapkan pasangan Tri Adhianto dan Harris Bobihoe sebagai Walikota Bekasi dan Wakil Walikota Bekasi terpilih untuk periode 5 tahun mendatang (2025-2030).

Dari 12 Kecamatan di Kota Bekasi, pasangan nomor urut 3 ini berhasil memperoleh suara terbanyak di 6 kecamatan dengan total akumulasi suara sebesar 459.430 suara.

Sebelum dilantik Presiden Prabowo, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe mengikuti pemeriksaan kesehatan di Kemendagri.

Ditemui awak media usai kegiatan pemeriksaan tersebut, Walikota terpilih Bekasi itu mengatakan, ini memang tahapan yang harus dilakukan oleh seluruh kepala daerah dan wakilnya dalam rangka melihat seberapa jauh kesiapan mereka.

“Kalau kegiatan hari ini, rasanya untuk mempersiapkan kegiatan upacara saat pelantikan. Ini diawali dengan kegiatan gladi bersih dan puncaknya pada Kamis, 20 Februari 2025. Nanti setelah itu baru persiapan kepala daerah ke Magelang. Dari hasil pemeriksaan kami berdua, ya bagus, cukup sehat. Tentu kami siap untuk memimpin kota Bekasi,” tuturnya.

Tri Adhianto lebih jauh mengatakan, program-program sudah kami sampaikan pada saat kampanye, bahwa ada visi dan misi yang harus kami lakukan. Tentu tahapannya dibagi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang kemudian nanti selaras dengan program RPJM Nasional.

RPJMD adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk jangka periode selama lima tahunan yang berisi penjabaran dari visi , misi , dan program kepala daerah dengan berpedoman pada RPJP Daerah serta memperhatikan RPJM Nasional.

“Saya kira program kami seirama dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto. Mudah-mudahan kita bisa melakukannya secara bertahap,” tuturnya.

Bagaimana dalam kepemimpinan nanti Walikota Tri mampu merangkul semua elemen dan kelompok masyarakat yang tinggal di Kota Bekasi?

“Bekasi adalah salah satu kota yang hari ini mampu mengelaborasi dan mengoordinasikan serta memberikan ruang kepada ormas-ormas dalam rangka ikut serta dalam pembangunan.

Menurut Tri, pembangunan tidak bisa dilakukan oleh orang per orang, organisasi per organisasi. Demikian juga pembangunan tidak bisa dilakukan oleh ormas dan pemerintah saja. Tetapi peran serta pemerintah dengan masyarakat, termasuk di dalamnya dunia akademisi, organisasi masyarakat, dan para kelompok kepentingan (stakeholder) lainnya sehingga pembangunan pentahelix bisa terjalin dengan baik.

Dalam kampanye politiknya, Tri Adhianto Tjahyono dan Abdul Harris Bobihoe berjanji mewujudkan Bekasi sebagai kota yang semakin nyaman dan sejahtera.

Mereka menjanjikan, peningkatkan kualitas hidup manusia dan lingkungan perkotaan,demi menciptakan kondisi yang kondusif dan berkelanjutan; membuka lapangan kerja seluas-luasnya dengan dukungan pengembangan ruang inovasi dan kreativitas generasi produktif, serta memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi; mengembangkan iklim yang kondusif dan kemudahan bagi investasi pembangunan serta dunia usaha yang adil bagi rakyat; serta mengembangkan kolaborasi strategis dan memperkuat manajemen pemerintahan kota untuk mendorong Kota Bekasi menjadi kota bertaraf internasional yang keren.

Tri Adhianto Tjahyono lahir di Jakarta, 3 Januari 1970. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Jakarta dan program S1 dan S2 di Universitas Lampung, serta S3 di Universitas Pasundan (2011-2013).

Rekam jejak pekerjaannya terbilang banyak dan memadai, antara lain sebagai Staf Dirjen Perhubungan Darat, Kepala Seksi Pengendalian Dan Keselamatan Lalin Dishub Kota Bekasi, Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi, Wakil Walikota Bekasi, dan kini menjadi Walikota Bekasi. **(Rika)