![]()
Jakarta – MCN.com – Kegiatan Pra Rakernas pertama organisasi perkumpulan Ndaru Nderek Guru digelar di Samirasa Ballroom Sopo Del Tower, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Kegiatan berbentuk seminar, peluncuran logo, dan peluncuran buku ini bertajuk “Ndaru Pandu NKRI” yang mengangkat tema kebangsaan dan cinta tanah air di tengah krisis rasa bersyukur anak bangsa pada Sang Ilahi yang telah memberikan kekayaan dan keindahan Indonesia.
Hadir sejumlah tokoh penting, antara lain, Ketua Dewan Pembina DPP Ndaru, Soleh Alatas, Ketika Umum DPP Ndaru, Adhitya Yusman Perdana, Pembina DPP Relawan Ndaru Komjen Pol (Purn) Boy Rafli Amar, Ketua DPD RI, L.N. Mataliti, beberapa wakil menteri, dan tokoh besar Haji Maulana Abah Habib Luthfi bin Yahya.
Ketua Umum DPP Ndaru, Adithya Yusma Perdana, mengatakan, kegiatan menjelang Rakernas Ndaru diisi dengan seminar bertema semangat kebangsaan dan bela negara. Tujuannya agar semangat persatuan anak bangsa terus diperkuat di tengah tantangan yang dihadapi Indonesia, baik dari dalam negeri maupun tantangan geopolitik.
Adithya menjelaskan bagaimana paham-paham radikalisme yang mengancam persatuan bangsa semakin mudah menyusup ke dalam masyarakat lewat kemajuan teknologi digital. Pelbagai berita hoaks ditebarkan untuk maksud-maksud negatif seperti menjelekkan pemerintah, aparat negara dan tokoh agama.
“Ini harus kita atasi bersama karena berdampak negatif terhadap kehidupan kita. Saya berharap Ndaru ikut memberi kontribusi positifnya bagi bangsa dan negara. Bangsa kita adalah anugerah Allah yang perlu kita jaga dan rawat bersama. Kita bikin komitmen, kita tebarkan semangat toleransi. Kita ingin lihat Indonesia yang lebih baik lagi, di mana guru, murid, dan orangtua serta pemerintah bisa kerja sama,” tutur Adithya.
Selain tema radikalisme intoleransi dan terorisme, para narasumber juga membahas persoalan fenomena stunting, yang butuh diintervensi negara dan didukung oleh masyarakat.
Selebihnya, Adithya tetap menggarisbawahi pentingnya kemandirian dalam ekonomi. “Kita negara agraris, tapi kita harus punya ketahanan pangan. Saya yakin, walau ke depan negara kita harus hadapi banyak tantangan, namun pemerintahan Prabowo-Gibran sudah siap menghadapinya dan sebagai anak bangsa kita wajib mendukung pemerintah kita.
Selain seminar, juga diluncurkan buku berjudul “Cahaya Merah Putih” yang ditulis Habib Luthfi Ali bin Yahya. Buku ini membahas tema kebangsaan. Habib Luthfi prihatin dengan situasi masyarakat yang cenderung tak melihat Indonesia sebagai wujud kebaikan Allah pada masyarakat Indonesia.
Dia mengatakan, Indonesia adalah negara besar dan kaya. Sepatutnya, masyarakat Indonesia tahu berterima kasih kepada Allah. Yang terjadi saat ini justru sebaliknya, banyak konflik dan adu domba. Karena itu kita harus kembali kepada semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Mencintai tanah air menurutnya bagian dari iman. Iman berkembang kalau kita mencintai tanah air karena tanah air merupakan anugerah Tuhan.
“Sampai saat ini, saya juga selalu mendengar guru-guru saya dan mengikuti apa yang mereka kehendaki,” ujarnya.
Mendengar adalah bagian dari sikap seorang murid kepada gurunya. Dan, lebih dari itu, sebagai manusia beriman, kita harus selalu mendengar Allah.
Pada kesempatan itu DPP Ndaru mengukuhkan Ketua-ketua DPW Ndaru dari daerah-daerah. Hadir pada kesempatan itu 800 peserta. Ke depan, pada Rakernas nanti jumlah peserta yang hadir akan lebih besar lagi.
**(Rika)



More Stories
PPAL Perkuat Sinergi Kemaritiman Melalui Kunjungan ke INSA
Lanal Dabo Singkep Gelar Persami KKRI TW II Tahun 2026
Ketua Umum PPAL Buka Forum Diskusi Jalasena Maritime Studies