![]()
Jakarta – MCN.com – Indonesia memiliki peluang menjadi negara besar memiliki ekosistem kendaraan listrik terbesar. Dukungan pemerintah selama ini menjadi salah satu faktor penting pengembangan infrastruktur mobil listrik dalam negeri.
Bagaimana tren dan peluang di pasar kendaraan listrik di Asia Tenggara, Pasifik, Asia dan global? Seminar bertajuk “Unleasing The Potential of Electric Vehicles Ecosystem” memberikan pemaparan dari para ahli dan pelaku industri di bidang kendaraan listrik. PT Bank HSBC Indonesia menggelar seminar ini, yang diadakan di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Seminar menghadirkan narasumber Misi Tang, Head of Industries Asia Pacific, HSBC Global Banking; Rachmat Kaimuddin, Deputy Coordinating Minister of Maritime Affairs & Investment in Infrastruktur and Transportation; Andrew Arristianto, Chief Strategi Officer of PT Blue Bird Tbk; Tran Quoc Huy, CEO Vinfast Indonesia, dan Robert Rosisi, CEO Schneider Electric Indonesia.
Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN. Selain memiliki potensi ekonomi, Indonesia memiliki populasi terbesar, stabilitas politiknya juga termasuk aman. Kondisi ini menjadikan Indonesia berpeluang menjadi industri isi baterei terbesar dan pemasok global.
Isi baterai menjadi salah satu faktor prioritas, dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. “Memang tidak gampang. Karena itu, kita butuh pertimbangan dari sisi teknologi, sumber daya, dan keuangan. Dukungan pemerintah sudah dimulai, investasi banyak yang sudah masuk, transaksi sudah banyak dilakukan. Memang tantangannya juga banyak,” tutur Riko Tasmaya, Managing Director Wholesale Banking HSBC.
Seminar itu melihat peluang dan pertumbuhan infrastruktur di bidang isi baterai dan mobil listrik sangat signifikan. Ini menjadi area dengan posisi nilai yang ingin dimasuki banyak investor. Tak hanya investor dalam negeri.
“Sekarang ini bagaimana kita bisa bangun koneksi dengan pelbagai pihak untuk melihat peluang ini. Ini salah satu kesempatan besar yang sedang diperjuangkan Indonesia. Semua stakeholder termasuk bank ingin masuk. Salah satu diferensiasi kita adalah relasi dengan teman-teman di Kementerian Investasi,” tambah Riko.
Bank HSBC selama ini ikut mendukung para investor masuk ke Indonesia, karena mereka bisa menghadirkan kendaraan murah namun dengan mereka yang dikenal. Kendaraan-kendaraan itu butuh baterai listrik dan charging station. Ini yang akan berkembang.
Kita berharap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin terwujud. Kita butuh waktu. Walakin, seharusnya Indonesia sudah bisa lebih cepat. ** (Rika)



More Stories
Upacara dan Syukuran Dalam Rangka Hari Jadi Ke-40 Lanal Bengkulu Tahun 2026
Tempa Fisik Prajurit, Lanal Dumai Gelar Samapta Periode I Tahun 2026
Danlanal Bintan Hadiri Pembukaan MTQH XIX Tingkat Kota Tanjungpinang