Juni 19, 2026

Rayakan Hari Musik Nasional 2023, Seniman Berkumpul Di Taman Ismail Marzuki

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Hari Musik Nasional 2023 yang jatuh pada 9 Maret 2023 dirayakan komunitas seniman teater dan drama di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2023). Sejumlah seniman teater dan drama, dari beberapa komunitas seni budaya di Jakarta dan sekitarnya, turut hadir.

Momentum itu digunakan untuk silaturahmi satu sama lain dan berdiskusi. Ada yang menampilkan lakon teater yang mengangkat tema-tema refleksif menarik. Mereka adalah bagian dari komunitas seni budaya di DKI Jakarta, yang selama ini kurang mendapat perhatian, namun tetap aktif berkarya.

Penetapan Hari Musik Nasional didasarkan pada tanggal kelahiran komposer Wage Rudolf Supratman, pada 9 Maret.

Hari Musik Nasional dicanangkan dengan maksud untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Indonesia dan sekaligus mendorong tumbuhnya prestasi musisi Indonesia. Pada dasarnya musik memperkuat kebudayaan bangsa.

Dalam sambutannya, Dr Mudji Sutrisno mengatakan, pertunjukan teater merupakan bagian dari pertunjukan musik. Jika pada musik ada tangga nada, maka pada teater ada tangga dramatis. Ibarat aktor, para pemain ibarat alat musik (gitar, drum).

Pemain teater, selain harus bisa menguasai akting, juga harus bisa bernyanyi, bermusik, menari, dan bersastra dan menguasai semua unsur seni. Namun, akhirnya, kata Mudji, pertunjukan teater membutuhkan apresiasi.

“Kita berkumpul di sini atas dasar kesadaran hati nurani kita semua. Kita ingin menjadi lebih baik, bukan hanya untuk diri kita hari ini, tapi untuk generasi anak dan cucu kita. Kehadiran kalian semua akan menjadi suatu sejarah yang tak bisa dilupakan, tercatat minimal di hati kita masing-masing,” tutur Mudji.

Ikatan Drama Jakarta (Indraja) dari Jakarta Barat hadir pada kesempatan itu. Indraja menggelar Indraja Fest. Program ini berisi workshop, pelatihan, dan project officer, yang sudah berlangsung selama dua tahun.

“Kami mencoba untuk menciptakan suatu ekosistem yang agak berbeda. Di sini, saya banyak belajar dari para senior saya. Saya katakan, Indraja Festival dimulai dari sekelompok anak muda yang suka nongkrong. Mereka berkumpul dan mulai berpikir untuk bersama-sama menciptakan sesuatu, bikin program untuk menghidupkan ekosistem ini,” tutur pendiri Indraja Jakarta Barat.

Ada cita-cita mereka untuk mengepung Jakarta dengan teater. Untuk itu, setiap asosiasi bisa memikirkan untuk menggelar festival.

Selain itu, para seniman teater ini bertekad menjaga marwah para seniman agar tak tersentralisasi di TIM. TIM telah berubah menjadi gedung “yang mencekam” para seniman lain. Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pun tak menengok komunitas seniman di akar rumput. Pemerintah pun masih melihat mereka sekadar angka-angka dan nomenklatur saja.

Di Hari Musik Nasional, para pelaku seni bertekad menjaga marwah kebudayaan Indonesia, dengan terus berkarya dari pinggiran. Memang, ini sebuah catatan pinggir kebudayaan kita. * (Rika)