Juni 20, 2026

Indonesia dari Sumber Bencana Menuju Laboratorium Bencana Dunia, Andrian Cader: Kita Kedepankan Industrialisasi Kebencanaan

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – lndonesia merupakan negara yang berada dalam lingkaran cincin api (ring of fire) dan menyimpan potensi bencana alam yang besar. Dampaknya sangat luas. Selain jumlah korban, juga kerugian ekonomi.

Bagaimana paradigma Indonesia sebagai negara sumber bencana diubah menjadi laboratorium bencana. Direktur Operasional Adexco Andrian Cader mengatakan, dulu Indonesia dipandang sebagai sumber bencana dan paradigma itu sudah ditinggalkan. Indonesia mulai dilihat sebagai laboratorium bencana, yang bisa menjadi sumber pembelajaran tentang bencana.

Andrian Cader mengatakan, dengan menggelar pameran dan konferensi terkait pengurangan bencana, Adexco (Asian Disaster Management and Cicil Protection Expo and Conference) ingin bekerja dengan semua pihak untuk mengedepankan industrialisasi kebencanaan di Indonesia.

“Dengan menggelar expo dan pameran, kita ingin mengikutsertakan semua pihak, baik dalam negeri dan luar negeri untuk memikirkan solusi bersama terkait bencana, karena pada dasarnya setiap bencana adalah urusan kita semua, bukan pemerintah atau BNPB,” tutur Andrian saat menghadiri Rakornas BNPB yang digelar di Hall C, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2022).

Selama ini Adexco menjadi partner kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang menyelenggarakan konferensi dan pameran terkait bencana, terutama dengan mengedepankan industrialisasi kebencanaan.

“Kami juga mengajak beberapa stakeholder terkait kebencanaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk berperan aktif bersama-sama merumuskan bagaimana mengurangi potensi bencana. Peran industri ini sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya bencana,” tutur Andrian Cader kepada awak media.

Forum internasional terkait keberlanjutan dan kebencanaan yang digelar Adexco di Jakarta ini merupakan konferensi besar yang kedua, setelah tahun lalu (2022) digelar Adexco di Bali. Peserta expo kali ini datang dari industri hulu ke hilir. Saat pembukaan, turut hadir Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri, Panglima TNI dan Kapolri dan kepala daerah.

“Kami coba untuk merumuskan dan melanjutkan arahan Presiden Joko Widodo tahun lalu untuk penguatan resiliensi berkelanjutan, yakni bagaimana kita sebagai bangsa Indonesia bisa berkelanjutan terhadap ancaman bencana yang akan datang,” tambah Andrian.

Menurut Andrian, penguatan-penguatan ini harus disertai dengan industri. Adexco bekerja sama dengan BNPB untuk mengedepankan komitmen bahwa bencana menjadi urusan bersama. Mengurangi risiko bencana dan meningkatkan ketahanan Indonesia terhadap bencana, juga menjadi urusan kita semua.

Kegiatan expo ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk memiliki kemandirian industrialisasi kebencanaan sehingga menjadikan Indonesia sebagai laboratorium bencana dunia.

Dengan expo dan konferensi bertaraf internasional ini, negara akan menerima devisa. Kolaborasi dengan pelbagai pihak, termasuk NGO juga dilakukan, agar bersama-sama memahami bahwa bencana adalah urusan kita bersama.

“Kami berharap, ke depan, kolaborasi ini untuk satu nama, yaitu Indonesia,” pungkas Direktur Operasional Adexco Andrian Cader. * (Rika)