![]()
Jakarta – MCN.com – Kepala Pangkalan PLP 2 Tual, Maluku Tenggara, Johan, mengakui, luasnya wilayah kerja PLP 2 Tual menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran di Maluku.
Johan mengatakan, dengan 4 unit armada yang dimiliki PLP 2 Tual, mereka harus memantau keamanan dan keselamatan pelayaran pada wilayah kerja mereka mencakup Maluku Tenggara, Papua, Sulawesi Tenggara hingga perbatasan dengan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Dengan wilayah kerja yang luas seperti itu, kami punya 4 unit armada untuk beroperasi menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran. Dari Pangkalan Tual, kami siap menjaga keselamatan maritim sehingga pelayaran dapat berjalan dengan baik. Ini tugas pelayanan dan pengabdian kami,” tutur Johan kepada awak media di Jakarta saat menghadiri perayaan 50 Tahun KPLP, Senin (30/1/2023).
Pangkalan PLP 2 Tual yang berkedudukan di Desa Danar, Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, saat ini memiliki 4 unit armada, yang terdiri atas kapal kelas 1 (1 unit), kapal kelas 2 (2 unit) dan satu kapal jenis fiber yang melayari seputar Tual.
Kendala dalam berpatroli adalah saat melewati Laut Banda, yang terkenal ganas. Untuk itu dibagikan daerah kerja, di Ambon dan di Tual.
Cuaca yang tak menentu dan berkepanjangan ikut menghambat pelayaran di daerah kepulauan ini. Jadwal keberangkatan kapal sering tertunda berbulan-bulan hingga BMKG memberi sinyal aman untuk berlayar.
Dampaknya cukup signifikan bagi kebutuhan transportasi masyarakat dan dampak ekonomi yang mengikutinya.
Tantangan alam itu membuat tugas KPLP harus beradaptasi. Namun, Johan dan teman-teman di Tual yakin bahwa mereka sedang melakukan tugas negara dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Johan bangga bahwa KPLP bisa menggapai usia setengah abad ini dengan mampu melewati tantangan.
Pada perayaan 50 tahun, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) memberikan piagam penghargaan kepada anggota KPLP yang berprestasi. Perayaan 50 tahun KPLP digelar di Hotel Luminor, Jakarta, Senin (30/1/2023).
Dalam sambutannya, Dirjen Perhubungan Laut Ir. Arif Toha, mengatakan, KPLP melakukan tugas penjagaan dan penegakan hukum di laut dan pantai, sampai hari ini.
KPLP memiliki kekuatan 9.000 personil dan 369 aset kapal patroli, di mana sebanyak 35 buah kapal tersebar pada 5 pangkalan penjagaan pantai dan laut di Indonesia, yakni Tanjung Priok, Tanjung Uban, Surabaya, Bitung, dan Tual.
Banyak pula prestasi yang diraih KPLP baik tingkat nasional maupun internasional, memiliki jaringan kerja sama yang luas dan aktif terlibat dalam kegiatan terkait standar kelautan dan kelaikan kapal.
KPLP juga memiliki hubungan dekat dengan berbagai negara untuk melakukan pemantauan dan patroli bersama, dan peningkatan kapasitas SDM.
KPLP secara rutin bekerja sama dengan Filipina dan Jepang melakukan pelatihan bersama dalam rangka menanggulangi musibah kebakaran kapal, pencarian dan pertolongan, menguji, mengevaluasi kemampuan personil dan peralatan melalui kegiatan Marine Policy Exercise (Marpolex).
“Usia 50 tahun bukan waktu yang singkat. Banyak tantangan dihadapi KPLP. Eksistensi KPLP merupakan bagian dari upaya terwujudnya Indonesia sebagai coral maritim dunia, dengan cara memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran serta menjaga laut Indonesia,” ujar Arif Toha.
KPLP Award merupakan apresiasi atas semua dukungan, baik internal maupun mitra kerja KPLP.
“Selamat kepada penerima KPLP Award 2023. Semoga award ini dapat memotivasi rekan-rekan sekalian untuk lebih berkontribusi memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran Indonesia,” harap Arif Toha.
Pemotongan tumpeng pun dilakukan jajaran pimpinan. KPLP bertekad semakin maju, berkembang, dan sukses mengemban tugas mulia ini.
#MCN/RIKA/RED



More Stories
Dari Laut Untuk Rakyat, Kodaeral I dan PIMA Indonesia Bantu Tingkatkan Kesehatan Warga Pulau Halang
PPAL Perkuat Sinergi Kemaritiman Melalui Kunjungan ke INSA
Lanal Dabo Singkep Gelar Persami KKRI TW II Tahun 2026