Juni 19, 2026

Reza Pusponegoro : Pentas Wayang Orang “Pandawa Boyong” Diperankan TNI dan Polri

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, KSAL Laksamana Muhammad Ali, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo akan memerankan tokoh-tokoh wayang dalam pentas Pandawa Boyong di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (15/1/2023).

Pagelaran wayang orang ini menjadi sebuah kerja kolaboratif, dengan melibatkan lintas generasi dari pelbagai unsur seperti Laskar Indonesia Pusaka, Paguyuban Wayang Orang Bharata dan prajurit TNI AL.

Pentas wayang orang “Pandawa Boyong” ini terasa berbeda, karena para tokohnya dimainkan oleh Panglima TNI, KSAD, KSAL, KSAU, dan Kapolri, serta dua seniman terkenal Indonesia, Marcella Zalianty dan Nunung.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memerankan tokoh Bima Sena, salah satu pandawa berperawakan tinggi besar. KSAD Jenderal Dudung Abdurachman memerankan tokoh Batara Guru, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Prabu Puntadewa, istri Panglima TNI Vero Yudo Margono berperan sebagai Dewi Nagagi, Marcella Zalianty sebagai Arimbi dan Nunung sebagai istri Bagong.

Pagelaran ini merupakan inisiatif Panglima TNI ketika masih menjadi KSAL. Semula beliau meminta saya pentaskan wayang orang Dewa Ruci. Seiring waktu, setelah dievaluasi, akhirnya diputuskan oleh beliau wayang orang Pandawa Boyong,” ujar Ketua Panitia Mayjend (Mar) Nur Alamsyah.

Lakon Pandawa Boyong berkisah tentang kegagalan Prabu Kresna menjadi duta pamungkas para Pandawa untuk mengambil kembali Kerajaan Astinapura dari tangan para Kurawa.

Setelah ikut menonton gladi bersih wayang orang Pandawa Boyong di TIM, Cikini, Reza Pusponegoro, pegiat di bidang keolahragaan yang melibatkan orang banyak, mengatakan kepada awak media, dirinya mengapresiasi pementasan wayang orang ini.

“Ini pementasan yang sangat luar biasa dan ciamik banget. Peran utamanya Bapak Panglima TNI kita, dengan semua Kepala Staf TNI, AD, AL, AU, dan Kapolri kita. Alur ceritanya juga sangat mudah dipahami. Ini sangat positif. Mudah-mudahan ini menjadi suatu poros kebudayaan yang berkelanjutan, bukan hari ini saja. Perlu menjadi agenda berkelanjutan,” ujar Reza Pusponegoro.

Reza melihat suatu kolaborasi yang ciamik, bagus, dan semoga bisa ditonton masyarakat Indonesia, agar menjadi pelajaran penting. Reza mengatakan, melihat kerja kolaboratif antar Matra dalam TNI dan Polri serta seniman Indonesia, sesungguh membuat kita sadar bahwa dengan kerja kolaborasi segala perbedaan di dalam bangsa ini dapat disatukan dengan solusi yang cerdas.

Menurut Reza, dengan kegiatan budaya seperti ini kita dapat mempersatukan masyarakat Indonesia. Ada banyak jalan untuk mempersatukan bangsa ini, salah satunya lewat jalan kebudayaan. Karena itu, Reza bilang, wayang tidak boleh punah. Wayang memberi tontonan sekaligus tuntunan.

Sementara Visya Milana, istri Reza, mengungkapkan dirinya sangat terhibur dengan wayang orang Pandawa Boyong.

“Kalau nonton wayang, jarang saya terhibur. Tapi, tadi saya nonton dan membuat hati saya terhibur sekali. Ada keseruannya, ada dramanya, dan ada banyak pesan,” ujar Visya yang bersama sang suami sungguh menikmati lakon Pandawa Boyong di TIM, Cikini, Jakarta Pusat.

#MCN/RIKA/RED