Juni 12, 2024

Amanah Ketua Umum Garda Pemuda NasDem

Spread the love

Loading

Jakarta- MCN.com.Dalam rangka memperingati hari Santri yang diselenggarakan diGedung Akademi Bela Negara ( ABN ) Dalam  sambutan Mohammad Haerul Amri ( Sekjend GP Nasdem )

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera untuk kita semua, Om Suastiastu, Namo Budaya, Salam Kebajikan. Yang terhormat:

  • Gubernur Akademi Bela Negara, Kakak IGK Manila

~ Pengurus DPP Garda Pemuda NasDem

  • Kakak Chepy Apriyanto Ketua Bidang Agama DPP Garda Pemuda NasDem
  • Pengurus DPW Garda Pemuda NasDem DK!
  • Santriwan-santriwati yang turut hadir dalam Apel Siaga Garda Pemuda NasDem dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2021

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat, taufik dan hidayah-NYA sehingga pada kesempatan siang hari ini kita bisa berkumpul bersama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2021.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurah-limpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw, yang pada empat hari yang lalu kita baru saja memperingati Maulidnya, mudah-mudahan dengan sholawat yang kita bacakan, kita semua mendapatkan syafaat Beliau kelak di akhirat nanti.

Hadirin yang saya hormati,

Sepanjang sejarah, santri memiliki peranan yang sangat penting bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama, dalam konteks kemerdekaan bangsa Indonesia, santri melalui instruksi para ulama
mampu dikonsolidasikan sebagai kekuatan anak bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Hal itu bisa dibuktikan dengan munculnya semangat Resolusi Jihad yang difatwakan dan digerakkan oleh KH. Hasyim Asy’ari bersama para ulama, kiai dan santri dalam menghadapi pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Gerakan 10 November 1945 yang kita sebut sebagai Hari Pahlawan tidak pernah akan terjadi tanpa adanya Resolusi Jihad yang difatwakan oleh KH. Hasyim Asy’ari tepat pada 22 Oktober 1945. Itulah sebabnya mengapa hari ini dan setiap tanggal 22 Oktober kita memperingati Hari Santri Nasional dalam rangka mengingat dan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan para kiai kita dan santri dalam upaya mengusir kolonialisme dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Kedua, santri juga berperan dalam berbagai bidang, khususnya di bidang pendidikan pesantren. Kita ketahui bersama, bahwa hingga hari ini, ulama, kiai dan para santri merupakan komponen bangsa yang sangat konsisten dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita sadar, bahwa nasionalisme kita belakangan ini menghadapi tantangan yang cukup mengkhawatirkan, yaitu ekstremisme, radikalisme, bahkan terorisme berbaju agama yang begitu menguat. Namun, saya yakin, selama ada ulama, kiai dan santri Indonesia akan tetap terjaga keutuhannya sampai kapan pun.

Ketiga, Ulama, kiai dan santri juga sangat berperan aktif dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari ulama, kiai dan santrilah Nasionalisme kita tumbuh dan berkembang dengan tetap berprinsip pada nilai-nilai universal agama. Sebagaimana yang diajarkan oleh para kiai dan leluhur kita yaitu “Hubbul Wathon Minal Iman” (Nasionalisme/ cinta tanah air sebagian dari pada iman).
Kita wajib bersyukur, di tengah kemajemukan bangsa kita, indonesia memiliki sebuah ideologi yang dapat mempersatukan anak bangsa, yaitu Pancasila. Dengan Pancasila, egoisme kelompok niscaya luluh di bawah lima sila yang berhasil dirumuskan sejak periode awal berdirinya Indonesia sebagai negara bangsa.

Meski begitu, masyarakat Indonesia, terlebih generasi muda dan para santri tak boleh nihil waspada. Sebab, belakangan ini telah muncul gerakan-gerakan kelompok ekstremis yang dapat memecah-belah tatanan kehidupan berbangsa kita. Jika kita lengah sedikit saja, keragaman identitas kita malah menjadi kendaraan strategis bagi mereka yang memiliki kepentingan untuk merusak kesatuan dan persatuan bangsa.

Hadirin dan para santri yang saya hormati,

Belakangan ini, banyak yang menempatkan nasionalisme dan agama pada sisi yang berseberangan. Padahal, sebagaimana yang telah disampaikan kiai kita, yaitu Hadrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari “Agama dan Nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya_ saling menguatkan”. Oleh sebab itu, tugas kita hari ini adalah merestorasi dan merekatkan kembali semangat nasionalisme dengan menempatkan nilainilai agama sebagai ruhnya.

Terakhir, saya mengucapkan terima kasih kepada para ulama, kiai dan santri atas kontribusinya dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara kita, mudah-mudahan kita bisa berjalan bersama untuk mengisi kemerdekaan kita dalam memberikan kemaslahatan terhadap umat dan masyarakat Indonesia. Mudah-mudahan pertemuan kita ini dapat memastikan misi kita bersama
mewujudkan Indonesia yang “Baidatun Thoyyibatun Werobbun Ghofur’. Itu saja yang bisa saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon maaf Atas nama keluarga besar Garda Pemuda NasDem seluruh indonesia.

lewat mimbar ini saya ingin mengucapkan : Selamat Hari Santri Rasional 2021, Santri Siaga Jiwa dan Raga

Wallahul muaffiq ila aqwamithorieq. Wassalamualaikum Wr. Wb.

MCN//RUZMI